7 Cara Menanam Jahe Merah yang Baik & Benar

7 Cara Menanam Jahe Merah yang Baik & Benar

Cara menanam jahe merah

7 Cara Menanam Jahe Merah yang Baik & Benar

jahe merah

Rimpang jahe merah berwarna merah dan lebih kecil dari jahe putih kecil. Jahe merah, seperti halnya jahe kecil, selalu dipanen saat sudah tua dan juga memiliki kandungan minyak atsiri yang sama dengan jahe kecil, sehingga cocok sebagai ramuan obat.

Rimpang jahe dapat digunakan sebagai bumbu dapur, penambah aroma dan rasa pada makanan seperti roti, kue, cookies, kembang gula dan berbagai minuman. Jahe juga dapat diolah menjadi industri obat, minyak wangi, industri jamu tradisional, asinan jahe, asinan, lalap, bandrek, sekoteng dan sirup.

Saat ini, petani cabai menggunakan jahe sebagai agen pelindung tanaman alami. Jahe tersedia secara komersial dalam bentuk jahe segar, kering, bubuk dan diawetkan. Selain itu, terdapat produk olahan jahe seperti: minyak atsiri dan koresin yang diperoleh dengan cara penyulingan, yang berguna sebagai bahan campuran pada minuman beralkohol, es krim, campuran sosis dan lain-lain.

Khasiat farmakologinya antara lain pencernaan (pencahar kentut), antiemetik, antikejang, anti-pengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, antiinflamasi, antimikroba dan antiparasit, antipiretik, antirematik, serta merangsang produksi getah lambung dan empedu. .
kondisi tanaman jahe
iklim

Tanaman jahe membutuhkan curah hujan yang relatif besar, yaitu antara 2.500 dan 4.000 mm/tahun.
Berumur 2,5 sampai 7 bulan atau lebih, tanaman jahe membutuhkan sinar matahari. Dengan kata lain, jahe ditanam di tempat terbuka sehingga mendapat sinar matahari sepanjang hari.
Suhu udara yang optimal untuk menanam jahe adalah antara 20-35°C.

media tanam

Tanaman jahe paling cocok ditanam di tanah yang subur, gembur dan banyak mengandung humus.
Tekstur tanah yang baik adalah lempung berpasir, lempung berpasir dan tanah laterik.
Tanaman jahe dapat tumbuh pada keasaman tanah (pH) sekitar 4,3-7,4. Namun keasaman tanah (pH) yang optimal untuk jahe gajah adalah sekitar 6,8-7,0.

ketinggian tempat

Jahe tumbuh baik di daerah tropis dan subtropis pada ketinggian 0-2.000 m dpl.
Di Indonesia umumnya ditanam pada ketinggian 200-600 m dpl.

Artikel Terkait: 11 Tahapan Budidaya Jahe Merah dalam Polybag dan Analisisnya
Cara menanam jahe merah

Bagaimana-Untuk-Menanam-Red-Jahe
pembibitan jahe

Persyaratan Benih Jahe : Benih bermutu adalah benih yang memenuhi persyaratan mutu genetik, mutu fisiologis (persentase pertumbuhan tinggi) dan mutu fisik. Mutu fisik berarti benih yang bebas dari hama dan penyakit. Kriteria yang harus dipenuhi antara lain: Bibit langsung dari kebun (bukan dari perdagangan).

Bibit dipilih dari tanaman yang sudah tua (9-10 bulan). Selain itu, kulit yang dipilih dari tanaman dan rimpang yang sehat tidak terluka atau melepuh.
Teknik Penyemaian Bibit: Untuk pertumbuhan tanaman secara serentak atau merata, sebaiknya benih tidak langsung ditanam, melainkan dikecambahkan terlebih dahulu. Penaburan dapat dilakukan dengan kotak kayu atau dengan tempat tidur.
Bibit dalam kotak kayu: Akar jahe yang baru dipanen dikeringkan (tidak kering), kemudian disimpan selama sekitar 1-1,5 bulan. Pecahkan rimpang dengan tangan, masing-masing bagian memiliki 3-5 mata tunas dan keringkan kembali 1/2-1 hari. Selanjutnya, potongan bibit dikemas dalam karung anyaman, kemudian dicelupkan ke dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh selama kurang lebih 1 menit, kemudian dikeringkan. Setelah itu, masukkan ke dalam kotak kayu.

Lakukan cara penaburan menggunakan kotak kayu sebagai berikut: di bagian bawah kotak diletakkan lapisan benih, lalu dioleskan abu atau sekam padi di atasnya, dan seterusnya, sehingga bagian atasnya ada abu atau sekam padi. Setelah 2-4 minggu lagi, benih jahe ditaburkan.
Bibit di Bedengan: Buat pembibitan sederhana berukuran 10m x 8m untuk menanam 1 ton benih (membutuhkan 1ha Jahe Gajah). Di kamar anak-anak, tempat tidurnya terbuat dari tumpukan jerami setebal 10 cm. Rimpang biji diletakkan di atas bedengan jerami, kemudian ditutup dengan jerami, dan di atasnya diletakkan rimpang, kemudian jerami juga, dan seterusnya, sehingga mendapat 4 lapis rimpang lapisan dengan bagian atasnya. dalam bentuk jerami. Bibit di bedengan dapat dirawat dengan penyiraman setiap hari dan sesekali penyemprotan dengan fungisida.

Rimpang biasanya dikeluarkan setelah 2 minggu. Saat benih diseleksi bibitnya agar tidak terbawa benih berkualitas rendah. Benih yang dipilih dipecah dengan tangan dan masing-masing bagian memiliki 3-5 mata tunas dan beratnya 40-60 gram.

Sumber :