Sido Muncul Ingin Lestarikan Budaya Jamu Lewat Pusat Riset

Sido Muncul Ingin Lestarikan Budaya Jamu Lewat Pusat Riset

Sido Muncul ingin melestarikan jamu melalui pusat penelitian dan museum

jamu-pusat-riset

PT Industri Jamu dan Apotek Sido Muncul Tbk menggelar hajatan pembangunan museum dan pusat penelitian di Jalan Soekarno-Hatta, Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat, dan jajaran direksi hadir secara langsung dalam acara pembangunan tersebut. Hadir pula KH Mustofa Bisri (Gus Mus) dan sejumlah pejabat daerah.

Irwan mengatakan tujuan pengembangan lahan seluas 5 hektar ini adalah untuk melestarikan budaya dan tradisi jamu di Indonesia. Selain itu, pengembangan kawasan penelitian dan museum ini juga merupakan impian para pendiri PT Sido Muncul sejak awal.

“Pertama-tama, pusat penelitian ini nantinya akan membahas jamu, obat herbal dan tanaman aromatik. Kami ingin mencari obat-obatan alami yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami ingin mengembangkan dan membudidayakan tanaman obat untuk menghasilkan benih rempah-rempah berkualitas tinggi yang mengandung bahan aktif tingkat tinggi. Siapa tahu, mungkin kita akan menemukan jahe jenis baru yang lebih pedas dan lebih pedas,” kata Irwan dalam sambutannya, Sabtu (18 Desember).
“Makanya kami juga akan bekerjasama dengan universitas dan peneliti. Sehingga bisa menjadi salah satu barang ekspor,” lanjutnya.

Komisaris Utama Sido Muncul, Jonatha Sofjan Hidajat; Komisaris Sido Muncul, Johan Hidayat; Komisaris Sido Muncul Sigit Hartojo Hadi Santoso; Direktur Utama Sido Muncul, David Hidayat; Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat; serta Sandra Linata Hidayat dan KH Mustofa Bisri saat upacara pembangunan museum dan pusat penelitian jamu. Foto: Intan Alliva / Spool
Irwan melanjutkan, museum dan pusat penelitian jamu yang baru dibangun juga akan menonjolkan teknologi tinggi. “Tujuan kami membangun museum, kami ingin generasi muda memahami sejarah dan tradisi jamu sejak awal. Museum ini akan dikemas secara modern dengan dukungan teknologi kekinian sehingga tradisi jamu dapat dilestarikan,” jelasnya.

Irwan berharap dengan dibangunnya pusat penelitian dan museum jamu ini akan membawa warna baru bagi pelestarian budaya Indonesia. Pada saat yang sama, perekonomian masyarakat di Jawa Tengah bergerak. Apalagi dengan kapasitasnya yang mampu menampung ribuan orang.
“Kami berharap pusat penelitian dan museum ini dapat mendatangkan lebih banyak pengunjung kepada kami. Sebelum pandemi, jumlah total pengunjung bulanan adalah 8.000. Kami berharap setelah itu kami akan dapat mencapai 40.000 pengunjung per bulan. Ini juga bisa menjadi alternatif tempat wisata di masa pemerintahan dan kota Semarang di Jawa Tengah,” kata Irwan.

Komisaris Utama Sido Muncul, Jonatha Sofjan Hidajat; Komisaris Sido Muncul, Johan Hidayat; Komisaris Sido Muncul Sigit Hartojo Hadi Santoso; Direktur Utama Sido Muncul, David Hidayat; Direktur Sido Muncul, Irwan Hidayat; serta Sandra Linata Hidayat dan KH Mustofa Bisri saat upacara pembangunan museum dan pusat penelitian jamu. Foto: Intan Alliva / Spool
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyambut baik pembangunan Puslitbang Sido Muncul dan Museum Jamu melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo.

“Semoga ini bisa menjadi sumber inspirasi dan pembelajaran bagi masyarakat. Untuk sebagian besar, dapat berkontribusi pada pariwisata kesehatan yang diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata dan Industri Kreatif. Karena ternyata banyak yang suka harus menggunakan wisata kesehatan,” kata Arif, menyampaikan pesan Ganjar.
Nantinya, pusat penelitian dan museum jamu juga akan dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang lainnya. Antara lain, kebun binatang atau suaka hewan, fasilitas perbelanjaan, food court, taman bermain anak dan lain sebagainya.

Sumber :